Bentuk Tulisan: Bahasa Jurnalistik

gambar ilustrasi

Fafruar - Media memiliki berbagai macam bentuk tulisan namun pada umumnya tulisan-tulisan tersebut disebut artikel dan berikut ini contoh-contoh tulisan bahasa jurnalistik.

Kolom

Artikel dengan bahasa yang ringkas dan padat. Berisikan pendapat penulis tentang kondisi saat itu yang bertujuan memberikan kritik dan saran.


Contoh:


Antisipasi Perlambatan Ekonomi

Stabilitas makro ekonomi yang tertata dan terpelihara selama 2006 ternyata tidak memberikan hasil optimal. Membaikannya indicator makro tidak sanggup memacu pertumbuhan ekonomi sesuai dengan sasaran. Merujuk laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang terilis kemarin, ekonomi 2006 hanya tumbuh 5,5 persen. Angka ini berarti lebih rendah daripada target 5,8 persen yang dipatok dalam APBN 2006. Capaian tersebut juga lebih kecil jika dibandingkan dengan perolehan 2005 yang masih 5,6 persen.


Ada beberapa alasan melambatnya pertumbuhan ekonomi tahun lalu. Salah satu penyebabnya adalah banyak bencana yang menimpa negeri ini. Secara ekonomi, bencana mengambil sumber daya yang sebenarnya untuk akselerasi pertumbuhan. Sumber daya dari anggaran pemerintah dan masyarakat, yang mestinya untuk investigasi atau konsumsi, terpaksa dimanfaatkan sebagai pemulihan bencana. Hal-hal seperti itulah yang mengakibatkan pertumbuhan tereduksi….(Jawa Pos, Sabtu 17 Februari 2007)


LUGAS, Kalimat tidak ditambahi dengan kata kiasan dan muluk-muluk.


Contoh:

Muspida Kota Malang bekerjasama dengan Bakorwil III Malang akan mengadakan turnamen bulutangkis. Rencananya turnamen ini akan diikuti perwakilan dari setiap kecamatan se-Malang Raya.


SINGKAT, Tidak terlalu panjang, bertele-tele tapi tepat mengenai sasaran.


Contoh:

Pemanggilan dua pemain Arema Firma Utina dan Erol FX, membuat manajemen Arema harus memberikan pesan penting bagi keduanya. Manajemen Arema mengingatkan kepada Timnas agar mengembalikan kedua pemainnya tersebut, jika sudah mengikuti program seleksi timnas proyeksi Piala Asia 2007 di Jakarta tersebut.


MUDAH DIPAHAMI, Pembaca gampang mengerti maksud dan arah berita.


Contoh:

Kemiskinan yang melanda Indonesia kian hari bertambah meningkat. Banyak Faktor yang mempengaruhi pertambahan tersebut. Dari hasil pembacaan nota pertanggungjawaban akhir masa jabatan gubernur di hadapan Rapat Paripurna DPRD Jawa Timur (Jatim), terungkap bahwa jumlah penduduk miskin di Provinsi Jatim ternyata justru meningkat menjadi 20,34 persen (7,1 juta jiwa).


MENARIK, Membuat pembaca tidak ingin berhenti membacanya.


Contoh:

Hubungan antara Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Malang dengan Badan Penasehat Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Depag Kabupaten Malang dikabarkan tak harmonis. Apa penyebabnya? Ini diketahui, dari kasus perceraian yang disidangkan di PA Kabupaten Malang tidak melalui system yang ada.


Menulis itu memang gampang-gampang susah, namun jika kita tekun dan sungguh-sungguh belajar pasti bisa. Jangan bermimpi tentang hal yang luar biasa tetapi yang sederhana namun memberi manfaat bagi orang lain. Segala sesuatu harus dicoba dan dimulai dari hal-hal yang sederhana dan biasa-biasa saja untuk menjadi luar biasa.

Semoga artikel singkat ini dapat memberikan manfaat bagi mereka yang suka menulis atau pun sedang belajar tentang jurnalistik.(el)




Share on Google Plus

About Fafruar

0 komentar:

Post a Comment